Cara Pembuatan Batik Tulis

Cara Pembuatan Batik Tulis

Proses produksi batik tradisional sampai saat ini tidak banyak berubah. Dilihat dari bentuk dan fungsinya, perlengkapan batik ini tergolong tradisional dan unik, sesuai dengan cara tradisionalnya. Perlengkapan batik tradisional ini merupakan bagian dari batik tradisional itu sendiri karena jika modifikasi dilakukan dengan menggunakan alat / mesin yang lebih modern maka akan merubah nama batik tradisional menjadi kain model batik.

Hal ini menunjukkan bahwa cara pembuatan batik ini memiliki keistimewaan dengan karya seni batik tradisional. Jika dilihat dari segi waktu dan kuantitas yang dihasilkan sangat terbatas dan seni coretan yang dimiringkan pada kain akan menghasilkan seni batik yang bernilai tinggi dan harganya yang cukup mahal.

Adapun perlengkapan yang digunakan untuk membuat batik tulis tangan adalah sebagai berikut:

Bandul

Pesona itu terbuat dari kantong timah, kayu atau batu. Fungsi utama pendulum adalah untuk menahan batik mori baru agar tidak mudah terbawa angin, ataupun menarik batik secara tidak sengaja. Jadi tanpa pendulum batik Anda bisa bekerja.

Canting

Canting adalah alat untuk menggambar atau melukis dengan pola lilin pada kain. Canting sangat spesifik tentang nama batik yang akan diproduksi dalam batik tulis. Alat ini terbuat dari kombinasi tembaga dan kayu atau bambu yang memiliki sifat fleksibel dan ringan.

Dingklik

Dingklik adalah tempat duduk orang yang membatik, tingginya disesuaikan dengan tinggi orang yang sedang membatik.

Gawangan

Gawangan terbuat dari kayu atau bambu, mudah digerakkan dan kuat. Fungsi pekarangan ini untuk menggantung dan merentangkan kain saat batik dibuat dengan menggunakan lereng.

Wajan

Wajan adalah alat untuk mengencerkan “malam” (lilin batik). Panci terbuat dari logam, baja atau tanah liat. Wajan harus ditangani agar mudah diangkat dan diturunkan dari panas tanpa menggunakan alat lain. Oleh karena itu, pot tanah liat lebih baik daripada pot logam karena pegangannya tidak mudah panas. Tapi wajan tanah liat agak lambat untuk memanaskan “malam”.

Kompor

Anglo terbuat dari tanah liat atau bahan lainnya. Brazier adalah perapian sebagai dapur “malam”. Kompor terbuat dari besi dengan sumbu, sedangkan menggunakan anglo bahan untuk menyalakan api adalah arang. Jika kayu bakar digunakan, anglo diganti dengan yang dingin; inilah yang dimanfaatkan oleh banyak orang di desa. Keren pada prinsipnya sebagai anglo, tapi tidak diklasifikasikan.

Tepas

Rumah ini tidak digunakan jika perapiannya menggunakan dapur. Rumah adalah alat untuk menyalakan api sesuai kebutuhan; terbuat dari bambu. Selain digunakan juga ilir. Tepas dan ilir pada dasarnya sama, hanya berbeda bentuk. Bagian atas berbentuk persegi panjang dan meruncing pada satu sisi lebar dan batang terletak pada bagian runcing.

Taplak

Taplak meja digunakan untuk menutupi dan melindungi paha batik dari tetesan lilin miring.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*