Musim Pertama yang Sulit Bagi Eden Hazard

Musim Pertama yang Sulit Bagi Eden Hazard

Setelah mengalahkan Villareal 2-1 di Santiago Bernabeu, Real Madrid resmi dinobatkan sebagai juara La Liga musim 2020. Real Madrid berada di urutan kedua dengan tujuh poin di atas Barcelona dengan satu laga lagi. Menurut bandarqq ajang ini menjadi kejuaraan liga pertama Real Madrid setelah dua musim saat Barca meraih trofi La Liga.

Madrid mengalami perkembangan setelah Zinedine Zidane kembali sebagai manajer di Mac 2019. Beberapa perubahan dilakukan Zidane, termasuk pada bursa transfer musim panas lalu. Salah satu yang menarik tentunya adalah pembelian bintang Eden Hazard dari Chelsea seharga 100 juta euro.

Meski Real Madrid luar biasa musim ini, Hazard belum banyak berkontribusi. Dia hanya membuat 16 penampilan liga dengan satu gol dan enam assist. Pemain berusia 29 tahun itu pergi dan kembali ke ruang perawatan karena cedera. Sepertinya sulit untuk beradaptasi dengan taktik yang digunakan oleh idolanya. Apalagi Madrid memiliki sejumlah pemain kelas dunia yang membuat Hazard tidak begitu besar di Los Blancos.

Menyeimbangkan cedera

Menurut Transfermarkt, Hazard telah kalah dalam 26 pertandingan untuk Real Madrid musim ini. Angka yang mengejutkan itu berarti Hazard bukan pemain yang cedera. Selama masa jabatannya bersama Chelsea sejak 2013, Hazard hanya kalah dalam 20 pertandingan karena cedera. Hazard telah menghabiskan lebih banyak pertandingan dengan Madrid dalam satu musim daripada Chelsea dalam enam musim.

Untuk situasi fisik, cedera bukanlah satu-satunya masalah yang harus dihadapi. Setelah resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Real Madrid di Santiago Bernabeu yang dihadiri oleh 50.000 fans, Hazard pun pergi berlibur. Dia kembali dengan berat lima kilogram.

“Ya, saya tidak bohong. Tapi ketika saya sedang berlibur, saya sedang berlibur. Berat badan saya naik lima kilogram di musim panas. Saya tipe orang yang cepat bangun tapi juga bisa turun dengan cepat. Di musim panas. Berat saya 80 pound, tapi saya turun (lima pound) dalam 10 hari, “kata Hazard kepada L’Equipe.

Hazard juga kesulitan selama pramusim. Ini tidak wajar karena dia sebenarnya biasa melakukan latihan pramusim yang berat seperti yang dilakukan Antonio Conte dan Jose Mourinho. Dari segi usia, ia masih di masa kejayaan pemain sepak bola.

Tragedi itu terjadi sehari sebelum dimulainya La Liga. Cedera hamstring memaksa Hazard tertinggal hampir sebulan. Dia kembali pada pertengahan September, tetapi kembali ke Wad pada bulan Desember. Thomas Meunier, rekan senegaranya Hazard di skuad nasional Belgia, melakukan sepak terjang dengan mudah tetapi kaki kanan Hazard gagal dan kaki kiri Hazard mengenai dia. Cedera ini tepat di engkel tempat dia mengoperasi tahun 2017.

Berbagai masalah fisik jelas mempengaruhi performa di lapangan. Selain itu, ia juga memengaruhi proses penyesuaian Hazard di Madrid. Taktik Zidane yang berbeda memaksa Hazard menyesuaikan diri, tetapi cederanya benar-benar menghambat prosesnya.

Kesulitan penyesuaian taktis

Kondisi fisik yang tidak ideal mengganggu proses penyesuaian Hazard di Madrid. Hal tersebut diperparah dengan adanya perbedaan taktis dengan pasukan sebelumnya, terutama dalam hal kebebasan. Saat di Chelsea, Hazard adalah pemain yang diberi banyak kebebasan. Musim ini bersama Real Madrid, dia bukan satu-satunya pemain yang diberi kebebasan.

Hampir semua penyerang Madrid memiliki kebebasan bergerak. Namun yang paling berpengaruh bagi Hazard adalah Karim Benzema. Benzema adalah penyerang yang suka melebar, terutama di sisi kiri. Prestasi Benzema mendadak meningkat setelah Cristiano Ronaldo hengkang ke Juventus, termasuk di penghujung musim lalu saat Zidane bergabung sebagai manajer. Karenanya, Zidane tentunya tak ingin menodai penampilan bersih Benzema.

Namun, penyerang Prancis itu diberi kebebasan untuk melakukan ekspansi ke kiri. Hal ini menyebabkan Hazard mencari posisi lain, apakah dia bermain di bagian bawah atau mengambil separuh ruang. Situasi ini sering terjadi, contohnya pada gambar di bawah ini saat Madrid melawan Espanyol bulan lalu.

Selama berada di Chelsea, Hazard tetap berada di posisi tinggi saat Chelsea masih abadi. Dia biasa memasukkan bola ke lapangan lawan atau sepertiga terakhir lapangan. Dengan Benzema di tangan, Hazard kerap mengambil bola di area rendah. Berdasarkan data Fbref, jumlah sentuhan Hazard selama 90 menit bertambah di tiga bukaan dan berkurang di tiga bukaan terakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*